Advertisements
 
 

Travelling to Amsterdam – German


Indonesia, May 22, 2011

Sedikit berbagi pengalaman beberapa teman di Amsterdam:

– Hotel murah meriah ada di dekat Damrak (harga kisaran di bawah 80 EUR), jadi kalo dari Centraal Station (Gambirnya Amsterdam), jalan kaki ke Damrak (5 menit), setelah kolam dermaga bus air pertigaan I belok kiri, perempatan I belok kanan. Di situ banyak hotel murah meriah. Hati-hati salah masuk ke cafe untuk homo seksual (emang sih banyak pemandangan pria-pria ganteng yang menyegarkan mata). Ditambah Ada lokasi ‘lampu merah’, dimana kamu bisa lihat perempuan menjajakan dirinya langsung dari etalase setengah bugil. Kalau mo belanja, harganya juga miring.

– Ada Hotel Ben yg punya orang keturunan Turki, tapi ramah, sayang tanpa lift, semoga dapat di lantai bawah. Kemana-mana dekat. Tarif Oct thn lalu EUR 130 untuk 2 malam, alat mandi bawa sendiri.

– Untuk Hostel, coba di Bob Hostel dekat damsquare cuma jalan 2 menit (sebelahan kantor polisi) atau 1 (satu) blok di belakang Bob Hostel, Aviengo (cuma 20 euro).

– Untuk hotel, cari hotel agak murah untuk ukuran Eropa, seberang Bob Hostel ada Avenue Hotel.

– Ibis Airport  tidak sampai 100 euro sudah fasilitas bintang atau Etap Hotel (banyak orang Indonesia check in di sini termasuk pramugari Garuda)

Juni-Juli musim panas, bagusnya kamu beli ticket bus/ka online, tumplek blek orang disana bepergian. Untuk transportasi seputar Amsterdam dan Holland, bisa beli OV Chip Card, ini kartu baru di launch awal tahun kemarin, kartu isi ulang ini bisa dipake naik KA, Bus, Tram, Metro. Masa berlaku kartunya lama, ada yang sampai 5 (lima) tahun. Untuk tram di Amsterdam Central di musim panas biasanya ada tiket tram unlimited, ada yg 1 /2 jam unlimited. Semoga Damrak Palace sudah selesai direnovasi sehingga bisa diambil gambar gedung dari luar (Agustus kemarin masih belum selesai) tapi meski di renovasi tetapi tetap dibuka untuk pengunjung.

Ada juga Vollendam ( desa nelayan ) itu dimana kita bisa bergaun petani Belanda,bisa dicapai dengan bis/ka, ah, tapi hanya itu aja, sepetakan desa di tepi laut. Bisa minta info ke resepsionis hotel tempat menginap untuk informasinya.

Tips :
– Hati2 banyak copet di Amsterdam, terutama di KA. Kami pernah kena di KA dari Schipool ke Amsterdam/Central Station. Untung hanya kartu kredit yang hilang, dan bisa di block dari warnet dekat Hotel Ben.

– Juni – Juli musim liburan lebih baik sudah booking online sebelumnya, kalau mau walk in reservation kuatire penuh soale musim liburan. Cek di http://www.hostelbookers.com/ atau di http://www.booking.com/ supaya tidak full booked waktu kamu tiba di sana.

Sedangkan untuk pengalaman beberapa teman di German:

Tempat jalan2 Untuk di Jerman bisa dicoba Rhine river cruise (agak mahal), sesorean aja cruise di Seine atau explore daerah Black Forest berada di sekitar Baden-Baden, bisa juga dari Heidelberg.

Saya dengar sih Frankfurt kurang ‘menggigit’. Buat saya pribadi, beberapa highlightnya Jerman: Trier, Berlin, Munich, Heidelberg, Fussen dan Dresden. Black Forest juga oke, kota terdekatnya Freiburg, salah satu kota mahasiswa.
Event musim panas itu biasanya festival musik. Salah satunya Jazz.

Semoga bermanfaat !

Cheers,

kei

Advertisements

~ by keishinta on May 22, 2011.

One Response to “Travelling to Amsterdam – German”

  1. […] Travelling to Amsterdam – German […]

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: