Advertisements
 
 

Lapor Diri

•November 6, 2019 • Comments Off on Lapor Diri

Hai guys, apa kabar?

Ga sengaja baca postingan memberi di sebuah grup membuat saya tergerak menjelaskan sesuatu berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Tinggal di negara yang bukan hometown kita memang membuat kita lebih hati-hati dan I gin semua hal in safety conditions.

Nah, saya mau bagikan pengalaman saya lapor diri, secara saya masih Warga Negara Indonesia yang hidup di negara lain.

Ada 2 (dua) macam lapor diri yang saya lakukan, berdasarkan pengalaman saya:

  • Lapor diri di kedubes RI (NYC)

Hanya kirim email satu kali, tidak ada balasan email dari pihak KJRI NY, lalu saya datang ke KJRI NY dan di sana saya menyerahkan bukti email sudah pernah lapor diri, maka di belakang paspor saya di beri keterangan sudah pernah lapor diri.

  • Lapor diri di Portal Peduli WNI

Setelah menikah saya ingin membuat surat keterangan sudah menikah dari KJRI NY yang membawa saya ke laman lapor diri di website KEMENTERIAN LUAR NEGERI INDONESIA tentang lapor diri. Saya ikuti prosesnya secara detail dimana prosesnya dari mulai MEMBUAT AKUN di WEBSITE KEMENTERIAN LUAR NEGERI dan menginput data-data sampai verifikasi, hanya perlu dilakukan ONLINE. Kuncinya yang pertama adalah data diri eKTP, semua data harus sama dan sesuai dengan eKTP, lalu paspor, menurut pendapat saya paspor ini yg dibuat berdasarkan eKTP tadi, tujuannya adalah supaya semua data match dan memudahkan verifikasi akun. Setelah akun diverifikasi oleh pihak Kementerian, kita bisa ubah dan sesuaikan data-data kita dengan data yang terbaru, yang mana kebetulan saya sudah ganti paspor, dan paspor yang baru pun saya sudah pindah lokasi tempat tinggal, dengan suami. Proses verifikasi sekitar 2-3 hari. Kalau sukses pihak kementerian akan kirim email balasan yang bisa di print dan di tempel di halaman belakang paspor. Itu bukti kalau ada apa-apa kita jadi cepat dan mudah ditangani. Lapor diri via Kementerian Luar Negeri pasti semua datanya diteruskan ke KJRI.

Positif-nya mendaftarkan lapor diri di Kementerian Luar Negeri, semua data bisa di update dan bagi saya lebih nyaman karena saya punya bukti diri saya, secara saya masih WNI.

Pendapat saya, kesimpulannya adalah ke dua proses sama-sama mendaftarkan kita di kedutaan masing-masing, hanya untuk poin nomor dua proses lapor diri saya terdaftar di KEMENTERIAN LUAR NEGERI juga.

Semoga apa yang saya bagikan bermanfaat.

Salam

Kei

Advertisements

Gratis kirim uang dari USA ke Indonesia

•September 28, 2019 • 1 Comment

Guys….

Ada info menarik buat kita yang tinggal di USA dan Canada dan sudah menjadi nasabah BNI, terus mau kirim uang ke Indonesia, sekarang bebas biaya kirim, atau dikenal dengan biaya remittance.

Jadi nasabah BNI New York yang mau kirim uang ke rekening BNI pribadinya, dibebaskan biaya remitansi. Promo ini berlaku sejak 1 October 2019 sampai ada info selanjutnya yaa.

Gimana caranya?
Buka aja rekening BNI di BNI Cabang New York. Rekening yg dimaksud di sini rekening dalam mata uang Rupiah.

Syaratnya apa aja?
Cuma perlu identitas kita yang masih berlaku, seperti KTP, SIM atau paspor.

Liat keterangan gambar di bawah biar lebih jelas yaa

Gimana prosesnya?
Gampang. Ajukan pembukaan rekening melalui link berikut https://eform.bni.co.id/pembukaanSimpanan

Kalau sudah nanti ada panduan selanjutnya kok, tinggal diikuti aja.

Kalau sudah punya rekening BNI, bisa BEBAS BIAYA TRANSFER KEMANA aja deh…

Kalau masih kurang jelas boleh tanya-tanya kok, atau menghubungi +1 (917) 580-2664

Makasiii banyak BNI New York.

Semoga infonya bermanfaat….

Kei

Nikah Yuk

•August 20, 2019 • 1 Comment

Seandainya saja semua hal yang berhubungan dengan pernikahan, semudah kata itu bisa terucap di bibir,  saat dua insan yang dimabuk asmara ingin men-sah-kan status mereka (di mata hukum).

Sejak 1 Juli 2016, diriku tinggal di US, niat awalnya sih hanya ingin menikmati visi dan misi yang terpendam sejak lama dan pada akhirnya akan kembali ke tanah air tercinta, namun apa daya, jalan hidup menentukan lain. Cerita selengkapnya bisa di baca di Life Begins at 40  dan Green Card Based On Marriage  yaa.

Udah baca postingan aku di atas kan? Jadi si pria berkewarganegaraan Amerika, si wanita non Amerika, keduanya tinggal di Amerika dan akan melangsungkan pernikahan di Amerika, juga kemudian Indonesia.

Karena pernikahan akan diadakan di Amerika, artinya semua dokumen harus sesuai dengan hukum Amerika (berbahasa Inggris). Untuk dokumen yang perlu diterjemahkan hanya Akta lahir (birth certificate). Kebetulan aku pakai jasa penterjemah online, Immi Translate.

Selanjutnya adalah penentuan lokasi untuk mengurus MARRIAGE LICENSE. Lokasi domisili kami berbeda, aku di NJ dirinya di NY, tapi kami putuskan untuk memakai lokasi calon suami berhubung kami akan tinggal di NY. Calonku menghubungi county domisili dia untuk menentukan kapan kami berdua bisa datang.

Sesuai dengan jadual yang telah ditentukan oleh county, kami berdua datang dengan membawa dokumen dari pihak groom berupa akta lahir, Social Security, ID/driver license, passport, surat cerai (jika sudah pernah menikah); untuk pihak bride dokumen yang sudah di translate berupa akta lahir dan surat cerai (kalau sudah pernah menikah), passport. Jangan lupa fee marriage license $40.

Dengan modal marriage license itulah kita menentukan tanggal pernikahan dan melangsungkan pernikahan. Setelah pernikahan selesai, akhirnya kita bisa mendapatkan MARRIAGE CERTIFICATE, yang nantinya akan menjadi dasar proses selanjutnya.

Sebaliknya, karena akan ada proses pernikahan di Indonesia juga maka MARRIAGE CERTIFICATE yang berbahasa Inggris harus di translate ke bahasa Indonesia, dimana prosesnya aku lakukan dengan bantuan dari KJRI New York sekalian minta surat keterangan menikah di konsulat.

Dokumen untuk proses pengurusan surat keterangan nikah di Konsulat Jenderal Republik Indonesia New York bisa dibaca di sini, tapi sebelumnya jangan lupa untuk melakukan proses lapor diri yang informasinya juga bisa diliat di sini.

Nah, kalau semua proses sudah dilaksanakan. Maka pernikahan aku sudah sah secara hukum Amerika dan Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Green Card Based On Marriage

•August 17, 2019 • 1 Comment

Continuing my posting before Life Begins at 40 , I will share my timeline.

For all the processing, I got help from the Lawyer since I’m non immigrant has entered USA legally but lives overstayed in this country. The lawyer asked me to complete I-693 first before, then we can send all the application together.

These are my mandatory fees, beside the fee for my lawyer:

  • Family Sponsorship Form I-130 $ 535
  • Green Card Application Form I-485 $ 1,140
  • Financial Support Form I-864 $ 0
  • Work Permit Application Form I-765 $ 0
  • Travel Permit Application Form I-131 $ 0
  • Bio-metrics $ 85
  • State Department Processing (fee not required)
  • USCIS Immigrant Fee (fee not required)
  • Medical Examination I-693 $ 200

Here are my timeline so far:

07/11/19 Sent the application by mail I-485, I-130, I-864, I-765, I-693
07/15/19 USCIS received my case I-485, I-130, I-765
07/25/19 Receiving I-797C by mail for I-485, I-130, I-765 case
08/03/19 Receiving I-797C by mail for bio-metrics schedule
08/12/19 Walking-in for bio-metrics
08/13/19 USCIS completed the review of my fingerprints for my I-485 and I-765

I think enough for now, but I’ll make an update until finish guys.

 

 

Kei

Life Begins at 40

•July 23, 2019 • 4 Comments

It’s been a while right? Yup, that’s why I can say that my life was (again) began at 40 with the new chapter, off course, and here are some stories were beginning:

Kei’s Life Story

So…. don’t be hopeless! No one knows about what happen next hour, even in a second. Just have at least small faith as a mustard seed, then you can remember a lot of good thing that happened already and be grateful. The best is coming soon for you, if you believe

Kei

RIP The Victims! Nov 5, 2017

•November 6, 2017 • Leave a Comment

Berduka….

Dan sangat tidak sejahtera jika saya tidak membagikan hal ini. Sudah saya coba untuk berjalan 3 (tiga) mil untuk menghilangkan pemikiran ini, bahkan tidur sekalipun, tapi….bisa dibilang tidak berhasil.

Yaa… sangat terguncang mendengar berita tentang penembakan yang terjadi di Gereja Baptis di daerah Texas pada hari Minggu, 5 Nopember 2017 dengan jumlah korban jiwa yang cukup banyak.

Saya mendengar berita ini pada saat ibadah karena di text oleh seorang teman. Hancur hati, sedikit marah dan kecewa berkecamuk dalam hati saya selama ibadah puji-pujian berlangsung.

Tapi apa yang ditaruh di hati saya dan menguatkan saya, menyampaikan sebuah pesan kepada saya:

  • Pagi harinya saat tim gereja kami melakukan doa pagi di hari Minggu, entah mengapa topik Minggu doa, SANGAT TIDAK BIASA, kami tentang mendoakan jiwa-jiwa yang hilang, bahkan negara USA dengan segala regulasion-nya.
  • Saat ibadah kami kedatangan seorang pemuda yang tidak biasa, jiwa baru.
  • Ada 2 (dua) pujian yang begitu “berbicara” pada saya yang dipilih seorang partner saya: Sometimes It Takes A Mountain by Gaither Vocal Band and YAHWEH by Elevation Worship.
  • Saat saya memgajar Sunday School begitu sangat terharu saya saat kami share tentang Halloween and Santa, bagaimana seorang anak kecil berusia 4, 5, 8 dan 10 tahun share alasan mereka tidak merayakannya pada seorang anak usia 10 tahun yang kebetulan sangat suka pada Halloween and Santa ini.
  • Bahkan saat seorang “Birthday Boy” yang saya berikan kesempatan untuk berdoa pun ternyata melakukan doa ucapkan syukur dan syafaat.
  • Meski saya tidak mendengar khotbah karena mengajar Sunday School, topik yang dibahas tentang “COMPASSION”.
  • Hari ini pun ada Perjamuan Kudus.

Ahhhhh…sangat terharu dan hati saya berkata: “Sudah cukupkah pesan yang ingin disampaikan untuk membuat saya mengerti? Ingat tidak ada yang kebetulan dalam segala hal.”

Jadi kalau sekarang saya membagikan hal yang ada di hati ini:

  • TUHAN tetap berdaulat mengambil kontrol atas setiap hal yang terjadi.
  • Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang yang berdosa.
  • Kita melanjutkan pekerjaan yang Yesus kerjakan bersama Roh Kudus.
  • Jangan lupa tetap berjaga-jaga dan siap sedia supaya kita ditemukan tidak bercacat Celia di hadapan-Nya.

Ahhhh rasanya hilang sudah kesedihan, amarah, kecewa setelah mendengar pesan yang ditaruh di hati saya ini dan malahan semangat berkobar-kobar semakin membakar saya untuk melakukan pekerjaan ini selagi hari masih siang.

Semoga hal ini bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Forgive me Jesus, I thought I could control, whatever life would throw my way, But this I will admit, has brought me to my knees, I need you Lord and I’m not ashamed to say (Sometimes It Takes A Mountain -Gaither Vocal Band)

Spirit of Jesus living within us, Never to fail or forsake, Unending promise, Heaven inside us, Whispers The Sound of Your Name || Fire rising in my soul, all consuming flame (Yahweh -Elevation Worship)

RIP all The Victims! May God be with the families of Sutherland Spring m, Texas. My prayers are with you.

Peace on Earth!

Love,

Kei

Tithing (Perpuluhan)

•November 3, 2017 • 1 Comment

Hai Pembaca sekalian, apa kabar?

Terima kasih TUHAN! Merayakan 1 (satu) bulan aku dipindahkan ke tempat kerja yang super dekat dengan tempat tinggal aku -hanya 6 (enam) menit by car- dan dalam rangka menunggu teman-teman kerja aku dari cabang lain datang sekitar setengah jam lagi, aku mau share sesuatu yaaa…

Topik ini bisa dibilang mengundang kontroversi, tapi tak apalah. Kalau hal ini bisa memberkati aku, tentu juga bisa memberkati kalian juga.

Kalian tahu perpuluhan kan? Perpuluhan = 1/10 = 0.1

Apa kata Alkitab tentang perpuluhan? Bisa dilihat di Perjanjian Lama (Kejadian 14:17-20; Kejadian 28:20-22; Maleakhi 3:8-11) dan dalam Perjanjian Baru (Matius 23:23; 1Kor 6:19-20; Kor 5:15; Mat 22:17-21; Ibrani 4:16-17)

Bagi saya pengertian perpuluhan BUKAN memberi kepada TUHAN, tetapi baru MENGEMBALIKAN MILIK TUHAN. Saya sadar betul jika saya terlahir dengan telanjang dan tidak memiliki apa-apa, semua yang saya miliki hanya pemberian TUHAN. Jadi perpuluhan BUKAN hanya bicara UANG (materi) tetapi semua hal yang kita nikmati dan miliki, seperti WAKTU dan KEMAMPUAN/DAYA/TALENTA.

Bicara tentang uang, banyak yang bertanya kepada saya apa yang menjadi dasar perhitungan angka yang digunakan. Sekali lagi saya jelaskan bagaimana pengalaman keseharian saya, saya menjadikan BRUTO sebagai dasar perhitungan. Karena tidak mungkin terjadi NETTO tanpa BRUTO. Dan……tidak itu saja, kembalikan juga semua perpuluhan dari semua nikmat berupa penghasilan-penghasilan lain yang saya terima. Ingat bahwa semua nikmat yang saya rasakan berhasil dari Tuhan.

Bicara angka, TUHAN tidak melihat angka besar atau kecil, saya ingat dasarnya adalah SEPERSEPULUH ADALAH MILIK TUHAN.

Kalau ada pertanyaan apakah cukup? Puji TUHAN! Luar biasa! Tuhan mencukupkan sehingga saya cukup dalam segala hal, bahkan berkelimpahan sehingga bisa memberkati orang lain juga!

Pertanyaan lain yang mengatakan perpuluhan kita hanya untuk membuat kaya pendeta? Ingat!!! Motivasi memberi bukan untuk manusia tetapi TUHAN. Jadi bukan bagian saya untuk memikirkan atau mengurusi tentang penggunaan perpuluhan ini 😉

Pencapaian saya hingga detik ini pun semua HANYA KEMURAHAN TUHAN saja. Puji Tuhan saya masih bisa bahagia hingga detik ini.

Saya juga belajar tentang bagaimana dipercaya oleh TUHAN, karena semua berasal dari Tuhan dan milik Tuhan, maka kita hanya PENGELOLA saja.

Jadi perpuluhan bagi saya berbicara:

  • Kesetiaan (setia perkara kecil tentu dipercaya perkara besar juga)
  • Ketaatan (mampu melakukan hal yang mustahil)
  • Kepercayaan (mau banget bisa dipercaya rahasia hati TUHAN)
  • Mujizat TUHAN nyata dan berlaku hingga saat ini
  • Kasih (kalau sudah ada pengorbanan tentu ada kasih di dalamnya)
  • Iman (yakin kalau Tuhan pasti sediakan dan mencukupkan)

Saya sadar sekali semua hal yang saya miliki adalah milik Tuhan, dan TUHAN MEMILIKI HAK UNTUK MENGAMBIL KEMBALI MILIKNYA. Biarlah semua kekayaan, waktu dan kemampuan yang saya miliki, semua yang berasal dari Tuhan, untuk Tuhan dan oleh Tuhan.

Terima kasih sudah mempercayakan saya selama ini.

Semoga memberkati kita semua.

Love,

K

 
%d bloggers like this: